Silahkan Bagikan ^.^

>

Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak Berdasarkan IDAI 2017



Jadwal Vaksin Bayi Anak dan Remaja dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2017

Jadwal Imunisasi Anak Usia 0 – 18 Tahun
Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2017
.
Keterangan :
Cara membaca kolom usia : misal  2 dalam kotak hijau  berarti usia  2 bulan (60 hari) s.d. 2 bulan 29 hari (89 hari)
.
Rekomendasi imunisasi berlaku mulai Januari 2017. Dapat diakses pada
website IDAI (http:// idai.or.id/public-articles/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-anak-idai.html) .
.
* Vaksin rotavirus monovalen tidak perlu dosis ke-3 (lihat keterangan).
* Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respons antibodi
setara dengan 3 dosis (lihat keterangan)
  Optimal -- warna hijau muda
  Catch-up -- kuning
  Booster ---  biru
  Daerah Endemis --- pink
.
Untuk memahami tabel jadwal imunisasi perlu membaca keterangan tabel

1. Vaksin  hepatitis  B (HB).
  Vaksin HB pertama (monovalen) paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir
dan didahului pemberian suntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya. Jadwal pemberian vaksin HB monovalen adalah usia 0,1, dan 6 bulan. Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan vaksin HB dan imunoglobulin hepatitis B
(HBIg) pada ekstremitas yang berbeda. Apabila diberikan HB kombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian pada
usia 2, 3, dan 4 bulan. Apabila vaksin HB kombinasi dengan DTPa, maka jadwal pemberian pada usia 2, 4, dan 6 bulan.

2. Vaksin polio.
Apabila lahir di rumah segera berikan OPV-0. Apabila lahir di sarana kesehatan, OPV-0 diberikan saat
bayi dipulangkan. Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster diberikan OPV atau IPV. Paling sedikit harus mendapat satu dosis vaksin IPV
bersamaan dengan pemberian OPV-3.

3.Vaksin BCG.
Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan, optimal usia 2 bulan. Apabila diberikan pada
usia 3 bulan atau lebih, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu.

4.Vaksin DTP.
Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada usia 6 minggu. Dapat diberikan vaksin DTPw atau
DTPa atau kombinasi dengan vaksin lain. Apabila diberikan vaksin DTPa maka interval mengikuti rekomendasi vaksin
tersebut yaitu usia 2, 4, dan 6 bulan. Untuk anak usia  lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td atau Tdap. Untuk DTP 6
dapat diberikan Td/Tdap pada usia 10-12 tahun dan booster Td diberikan setiap 10 tahun.

5. Vaksin  pneumokokus  (PCV).
Apabila diberikan pada usia 7-12  bulan, PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan;
dan pada usia lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali. Keduanya perlu. booster  pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal
2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak usia di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.

6.Vaksin  rotavirus.
  Vaksin  rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis
pertama tidak diberikan pada usia > 15 minggu), dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Batas akhir pemberian pada usia 24 minggu. Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14. minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia > 15 minggu), dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu.

7.Vaksin influenza.
Vaksin influenza diberikan pada usia lebih dari 6 bulan, diulang setiap tahun. Untuk imunisasi
pertama kali (primary immunization) pada anak usia kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Untuk anak 6-36 bulan, dosis 0,25 mL. Untuk anak usia 36 bulan atau lebih, dosis 0,5 mL.

8.Vaksin campak.
Vaksin campak kedua (18 bulan) tidak perlu diberikan apabila sudah mendapatkan MMR.

9.Vaksin MMR/MR.
Apabila sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, maka vaksin MMR/MR diberikan
pada usia 15 bulan (minimal interval 6 bulan). Apabila pada usia 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak, maka dapat diberikan vaksin MMR/MR.

10.Vaksin  varisela.
Vaksin varisela diberikan setelah usia 12 bulan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar.
Apabila diberikan pada usia  lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

11.Vaksin human papiloma virus (HPV).
Vaksin HPV diberikan mulai usia 10 tahun. Vaksin HPV bivalen diberikan tiga
kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan jadwal 0,2,6 bulan. Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respons antibodi setara dengan 3 dosis.

12.Vaksin
Japanese encephalitis (JE).
Vaksin JE diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang
akan bepergian ke daerah endemis tersebut. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan
booster 1-2 tahun berikutnya.

13.Vaksin dengue.
Diberikan
pada usia 9-16 tahun dengan jadwal 0, 6, dan 12 bulan.

#tipsmama #tipsbunda #bayibaru #ibuhamil #tipsibuhamil #tipsibumenyusui #jadwalimunisasi #jadwalvaksin #vaksinbayi #imunisasibayi #imunisasi #vaksin

Filled Under:

Label