Jumat, 18 Oktober 2019

Anak Bayiku NICU Survivor




Ini foto dua tahun lalu.. Kalau boleh bilang, saat itu 10 hari saat paling rendah dalam hidup aku. Paling takut dan paling parno.
.
Jauh lebih daripada saat aku di vonis ada "tumor" atau "maybe kanker" di kedua payudara aku 2 tahun sebelumnya.
.
Beneran mama.. Gimana gak, dimulai dari 3 hari sebelumnya Sam harusnya lahir 1 bulan berikutnya... Tapi air ketuban nyusut bahaya dan harus dimajukan lahirnya sebulan. Tapi Sam belum 37 minggu, masi prematur dong?
.
Galau mau langsung cs atau tunggu mateng 37 minggu lebih, mikir 3 hari deh.. Akhirnya CS juga. Haa gitu CS anak lahir nangis kerass banget merah banget.. Lega kan ya? APGAR bagus.. begitu di coba IMD kok gak mau, trus nangis terus.
.
Di ruang pemulihan saya mulai ngerasa ada yang gak beres, suami mukanya kalut dipanggilin sama perawat bayi terus, trus bayi Sam gak room in room in padahal sudah 12 jam lebih.

Perawat yang jaga saya sampai saya omelin lo mam, secara feeling saya makin kuat ada apa apa sama bayi saya. Saya omelin "Sus kalau sampai bayi saya ada apa2 saya gak dibilangin, kalau saya "nyesel"saya salahin kamu lo sus!!!". Baru mereka keder n ngaku.

Saya mikir jauh mam, secara 1 keponakan saya gak ada sesaat setelah lahiran juga. Dan ternyata kasusnya mirip susah nafas juga.

Singkat cerita Sam itu dikasi oksigen biasa tetap sesak, di kasi CPAP tetap sesak (nafas ngos ngosan cepat gitu mam), butuh Ventilator kan? Nah ventilatornya kepakai semua, mana hari itu malam takbiran 😭. Panik semua perawat n dokter telpon RS sana sini g ada yang ready.. Perasaan saya? Gak bisa kebayang deh.. Saya habis cs gak boleh duduk apalagi jalan pula.

Kuat2 in geser2in tubuh buat ambil HP. Saya posting tu keadaan SAM di sosmed pribadi saya mohon doa teman2.. Gak peduli orang mau bilang lebai atau apa.. Saya percaya saat kita g bs, God selalu bisa. Saya tahu saya banyak dosanya mam 😅, jadi minta orang-orang bantu ketukin hati God lewat doa mereka hehe.. 

Gak lama dari saya post, teman2 reply dan dm saya.. Saya yakin mereka doain juga.. walau saya gak bisa balas dm dan reply mereka semua (krn kalau ketik tu jarum infus makin nancep di tangan) 😅.
.
Thx God.. Doa kami di dengar God.. Gak lama habis doa masal, Ajaib.. Baby lain sebelah SAM yang pakai ventilator baikan. 

Jadilah Ventilator buru buru langsung dipakein ke Sam mam, gak pakai acara steril. Soalnya Sam sudah biruu banget takut keburu lewatt 🙈.

Thx God 10 hari di NICU walau up down Sam akhirnya boleh pulang. Tinggal perjuangan kami jaga baby #nicusurvivor ni Mam.. Pas jaga Cherish kakaknya saja saya serem sama SIDS apalagi saat Sam.. 

Kami sangat bersyukur sekarang setelah melalui #fisioterapi dan #okupasi yang bikin Sam nangis nangis dan stres takut dokter segala, Sam boleh sesehat ini.. Seoke ini. 

Hmm karena pengalaman saya inilah maka saya masi aktivin Instagram @tipsibuhamildanmenyusui dan sharing sebisa saya tentang apa yang saya tahu. Kalau bisa jangan ada lagi deh mama yang ngalamin kasus kaya saya.

Haa lega, kmrn saya mau cerita maju mundur soalnya diagnosanya belum tegak si mam. Jadi bingung mau cerita apa. Sibuk terapiin Sam juga makanya channel Mommy Inova juga berbengkalai 😅.

Buat semua mama disana, semangat selalu ya 😘😘.  PR kita beda beda nih hehe..


Rabu, 16 Oktober 2019

Anak Bayi dan Gadgets, Apa Dampak Gadget dan Batas Penggunaan Gadget Pada Anak Bayi




Hai mam, seringkali ya kita lihat anak bayi diberi gadget entah TV, Laptop atau yang paling umum HP.  Beberapa tahun lalu cukup santer diberitakan acara TV dan gadget tertentu bikin anak bayi jadi pintar.

Beberapa tahun yang lalu sempat trend juga, setiap anak diberi 1 ipad oleh orangtuanya dan difoto serta di share di media sosial orangtuanya.. 😁. *Wah postingan orang iri ni kayaknya hahaha.. 😆😆.
.
Nah sejalannya waktu mulai sayup sayup terdengar bahaya gadget bagi anak dan bayi. 
.
Iya kah? Sebagai mama saya ga tinggal diam dan mulai cari info kesana kemari.. Secara anak pertama juga suka dikasi gadget sejak kecil 😅😅.
.


Nah berikut rangkumannya mam..
.
1. Anak bayi dibawah 2 tahun tidak diperbolehkan menggunakan gadget.

2. Anak bayi 2-4 tahun, maksimal gunakan gadget 1 jam sehari dengan pendampingan orangtua.

3. Anak usia 4-12 tahun, maksimal gunakan gadget 2 jam sehari.

Nah apa yang terjadi jika ini dilanggar? 
Berikut bahayanya mama.

1.  Mengganggu Perkembangan Kognitif Anak.

Semakin kecil dan semakin sering terpapar makin tampak. Sebab pemahaman dan stimulai yang didapatkan mereka dari gadget tidak sebaik pemahaman dan stimulasi secara langsung.

2. Ganggu perkembangan bahasa.

Usia dibawah 3 tahun yang sangat terasa. Karena stimulasinya tidak dua arah dan bahasanya mereka sulit pahami.

3. Ganggu perkembangan motorik kasar dan halus.

Saat berinteraksi dengan gadgets relatif jarang gerakan anggota tubuhnya karena sudah asyik. Akibatnya perkembangan terhambat.

4. Kurang sehat.

Jarang gerak, jarang olahraga hitungnya mam.. Anak jadi kurang sehat dan terancam Obesitas.

5. Gangguan Tidur.

Saatnya tidur masi memikirkan atau menonton  acara di TV atau program digadget atau game, anak jadi lebih susah tidur.

6. Resiko Gangguan Mental

Bisa karena terbawa acara yang ditonton, game yang dimainkan. Bisa juga karena keasyikan sehingga "lupa" lingkungan sekitar sehingga mentalnya terhambat dan terganggu.

7. Pengaruh Buruk.

Jadi ikut-ikutan berucap kasar, gaya hidup hedo, trend pakaian terbuka dll yang tidak sesuai nilainya dengan kita.

8.  Kecanduan.

Anak gak bisa lepas dari gadget, malas belajar, malas keluar rumah, malas bermain semua dunianya ada di gadget 😱.

9. Daya Fokus Rendah.

Gadget membuat anak memiliki rentang konsentrasi yang rendah, daya fokuspun susah.

Ok mama sekian sharing saya ya. Semoga bermanfaat.

Instagram @inova.melisa
Facebook : Inova Melisa
Youtube : Mommy Inova
www.inovamelisa.com

Selasa, 24 September 2019

Anak Sesusia Sudah Bisa Melakukan, Anak Kita Belum.. Anak Kita Menderita "Keterlambatan"?

Kenapa Anak Lain Yang Seusia Sudah Bisa Melakukan, Anak Kita Belum Bisa Melakukan.
(berjalan, berlari, berbicara, menyusun balok, makan sendiri dll..)
.
Gak selalu berarti anak kita mengalami keterlambatan apalagi keterlambatan abnormal kok ma, beberapa anak mendapatkan stimulasi dan dukungan lebih baik jadi bisa melakukan lebih cepat..
.
***Catatan ini termasuk untuk saya dan anak saya juga lo ma.. Saya share disini siapa tahu ada yg butuhkan info ini juga . ***
.
Contoh kasusnya dalam hal BERBICARA ya ma..
.
1.  Point pertama
.
* Kurang stimulasi :
Kurang ditunjukan ini apa itu apa secara sederhana, dipancing dengan huruf depan untuk mengatakan ini apa itu apa dan diberi kesempatan untuk menebak ini apa itu apa .
Misal lihat Bebek, ih naakk ada bebek tu..
Iya ini namanya bebek... Apa nak? Bee?? Bee? be-bek.. iya Bebek.. Kalau itu apa hayo?? Ikan... coba bilang Iii-kan? Iya ikan..  Jangan lupa anak diberi apresiasi jika sudah berusaha.
.
* Tidak diberi kesempatan :
Tidak ditanggapi celotehannya dan gak diberi kesempatan mencoba mengatakan sesuatu. Dicuekin gitu istilahnya.. .
.
Sebaiknya misal kita lihat bebek, dia celoteh semangat.. Kita jawab ohh iya ini bebek nak..  be-bek.. (minta dia tirukan) sedang apa ini nak? Dia celoteh lagi kita tanggapi dgn iya.. sedang berenang.. be-re-nang... (minta dia tirukan sebisanya)
.
(saya ada vlogin detail caranya di youtube saya : Mommy Inova ya ma.. Agar Bayi Pintar Bicara judulnya ma..)
.
2. Point kedua
* Orangtua terlalu semangat :
Saat belajar katakan bebek, orangtua terus-terusan minta anak katakan bebek dengan benar walau anak sudah tampak bosan. Pilih topik yg sekiranya anak suka happy n semangat.
Kita juga bosen kan, saat lidah dah keriting ngomong bahasa inggris apa gitu eh suru ulaang terus sampai benar .
* Orangtua gak kasi semangat:
Kebalikan dgn terlalu semangat. Saat anak tampak semangat terhadap sesuatu eh orangtua tegur dan katakan "ih apaan sih", "gitu doang" dan minta anak jangan berisik .
3. Point ketiga
* Anak takut
Karena orangtua terlalu semangat apalagi sampai kesel anak gak bisa bisa, anak jadi takut coba.
*Anak gak Percaya Diri.
Karena suka dikoreksi, kurang dihargai diapresiasi anak jadi gak PD ngomong .
.
4. Point keempat.
Anak Gak Suka Hal itu.
.
Proses belajar ngomong bikin anak sebel.
. Coba cek kembali ekspresi anak ketika belajar bicara.
.
@inova.melisa
Youtube : Mommy Inova
www.inovamelisa.com
.
Ayo tetap semangat ya ma.
.
#mommyinova
Maafkan hashtag hamba . Hahaha.. demi info sampai ke yg cari..
#tipsanakcerdas
#pekerjaanrumah
#tipsmama #aktivitasanak
#ibuterhebat.
#kegiatanmontessori
#iburumahtanggacerdas
#parenting  #tipsparenting #psikologianak #anak #balita #batita #sayanganak #ayahidaman #suamiidaman #indonesiamontessori #ibuidaman #istriidaman #anakbahagia #orangtuacerdas #orangtuahebat #orangtuaidaman
#montessoriindonesia #mainananakmurah #montessoriindo #youtuberibu #ibuyoutuber